Ads

23.3.20

Ternak Ikan Patin

Ternak Ikan Patin: Budidaya Ikan


Dalam rangka memanfaatkan keanekaragaman hayati ikan air tawar Indonesia,khususnya potensi spesies ikan patin lokal untuk budidaya, sejak tahun 1996 telah dilakukan penelitian kerja sama dengan Uni Eropa. dimana spesies ikan patin ini, pangasius djambal bleker, 1846 telah menjadi calon komoditi budidaya baru karna potensi ukurannya yang besar ( bisa mencapai lebih dari 20 kg/ekor ). Penyebaran geografisnya yang luas serta popularitasnya diantara konsumen jenis ini di Sumatra dan pulaupulau lain di Indonesia. Evaluasi budidaya secara teknis menunjukan banyak keunggulan yang bernilai lebih bagi aquaculture. Sedangkan sosialisasi pembudidayaan jenis ini telah dilakukan pada tahun 1997. Dewasa ini apabila diperhatikan sudah banyak restoran yang menyajikan menu makanan utama berupa ikan patin bakar/goreng. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan ikan tersebut tidak dapat hanya dipenuhi dari hasil tangkapan diperairan umum, sehingga perlu adanya pembudidayaan secara lebih intensif
Buku ini disajikan untuk memudahkan ternak ikan patin, didalamnya dimuat untuk memudahkan dalam pemahan dan pengetahuan dan mudah dimengerti oleh semua kalangan. Ikan patin (pengasius Sp.) termasuk family pengasidae, yaitu jenis ikan yang memiliki lubang mulut kecil berpinggiran bola mata yang bebas, sirip punggung tambahan sangat kecil dan bersungut di hidung. Ikan patin berdasarkan kebiasaan makannya termasuk ikan pemakan segala (Omnivora) dan secara alama makannya terdiri dari serangga, biji-bijian, ikan rucah, udang-udangan dan moluska. Pemeliharaan ikan patin di kolam dapat di peroleh dari alam misalnya sungai, sumber bor dan air hujan, yang pasti air nya layak untuk kehidupan pembesaran. Dalam rangka memanfaatkan keanekaragaman hayati ikan air tawar Indonesia,khususnya potensi spesies ikan patin lokal untuk budidaya telah menjadi calon komoditi budidaya baru karna potensi ukurannya yang besar.
Budidaya ikan patin ini benar-benar menjanjikan prospek yang baik. Selain dipasarkan secara langsung dalam keadaan segar, ikan patin juga bisa diolah menjadi kudapan lezat.
PEMBESARAN IKAN PATIN
BUDIDAYA IKAN PATIN PEMBENIHAN
PENDEDERAN PEMBESARAN
Penentuan lokasi kolam
Konstruksi Kolam
Persiapan kolam
Penebaran benih
Pemberian pakan
Pencegahan atau penanganan penyakitPenyakit akibat infeksi
Pemanenan
Tehnik Budidaya Ikan Patin
Model Budi Daya Ikan Patin
Persyaratan Budidaya Ikan Patin
Pengamatan Laju Pertumbuhan Ikan Patin
Tujuan dan Manfaat
Batasan MasalahKlasifikasi dan Morfologi
Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Patin
Kebiasaan Hidup Ikan PatinLaju Pertumbuhan Ikan Patin
Hasil Penelitian Terhadap Pertumbuhan Ikan
Parameter Pengukuran Kualitas Air
Parameter Kimia PerairanDerajat Keasaman (pH)
Salinitas (Kadar Garam) METODOLOGI PRAKTIK
Pemanenan Ikan Patin
PemeliharaanFaktor Penting dalam Pembesaran Ikan Patin
Lokasi budidaya pembesaran ikan patinBangunan untuk keramba maupun fence
Penyediaan benih
Pemberian pakan ikan patin Pengendalian Hama dan Penyakit Masa Panen
Cara Budidaya Dan Pembesaran Ikan Patin
Persyaratan Budidaya Ikan Patin
Teknik Budidaya Ikan Patin Memilih calon induk siap pijah
Pemanenan ( bagi yang jual benih ikan ) Pemeliharaan Pembesaran Pemupukan
Pemberian Pakan
Penanganan Hama Dan PenyakitPemanenan Ikan Patin
Persyaratan lokasi budidaya di kolam
Kedalaman air (cm) Kesimpulan
Persyaratan lokasi budidaya karamba dan fence
BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN PATIN
Gangguan alam
Gangguan pencemaran Gangguan predator
Gangguan keamananGangguan lalu lintas angkutan air

 Buy Ebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.